DKP Lebak Dorong Nelayan Tingkatkan Hasil Tangkapan

rajungan2Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lebak, Banten, mendorong nelayan setempat meningkatkan hasil tangkapan guna memenuhi kebutuhan ikan di daerah itu.

“Kebutuhan ikan kita hingga kini masih dipasok dari tempat pelelangan ikan (TPI) di Jakarta,” kata Kepala Bidang Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak, Winda Triana dihubungi di Lebak, Sabtu.

Winda mengatakan sebetulnya nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak mampu meningkatkan ketersedian ikan untuk memenuhi kebutuahn masyarakat.

Menurut dia, potensi ikan di pesisir selatan yang tersebar di Kecamatan Malingping, Wanasalam, Cihara, Panggarangan, Bayah dan Cilograng cukup melimpah.

Bahkan di pesisir pantai itu terdapat sebanyak 11 unit TPI dan satu Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI).

Pemerintah daerah mendorong nelayan meningkatkan hsil tangkapan sehingga tidak mendatangkan ikan dari luar daerah.

Untuk mewujudkan swasembada ikan, kata dia, pemerintah daerah mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp1 miliar kepada nelayan dari APBD setempat.

Selain itu juga penyaluran bantuan bersumber dari APBD provinsi dan APBN pusat. Bantuan itu berupa alat tangkap, armada kapal dan perbaikan pembangunan TPI.

“Kami yakin bantuan itu dapat meningkatkan hasil tangkapan, juga kesejahteraan nelayan,” katanya.

Menurut dia, sebagian besar nelayan Lebak masih menggunakan cara tradisional sehingga berdampak terhadap hasil tangkapan, juga kondisi ekonomi mereka.

Apalagi armada nelayan masih menggunakan kapal lima GT atau perahu kincang dengan mesin motor sehingga daya jelajah di bawah tiga mil dari pesisir pantai.

Karena itu, pihaknya memberikan bantuan kepada nelayan agar produksi tangkapan meningkat. Bantuan itu antara lain alat tangkap jaring rampus, pancing tonda, gillnet milenium dan jaring muroami.

Selain itu juga bantuan kapal dengan kekuatan 30 GT sehingga bisa menjangkau perairan di 12 mil.

“Kami optimistis bantuan itu dapat mendongkrak pendapatan produksi tangkapan,” ujarnya.

Winda menyebutkan pemerintah daerah juga akan membangun sejumlah TPI dan tempat sandaran kapal di pesisir pantai.

Pembangunan itu guna memudahkan nelayan menjual hasil ikan.

“Kami berharap nelayan lebih bersemangat meningkatkan hasil tangkapan,” katanya.

Kepala PPI Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Ahmad Hadi mengatakan selama dua bulan terakhir hasil tangkapan ikan nelayan mengalami peningkatan.

Meningkatnya hasil tangkapan itu akibat cuaca di perairan Banten selatan kembali normal.

“Saat ini tangkapan ikan berkisar antara 200-300 ton padahal biasanya hanya 150 ton per bulan,” katanya.

Ia menambahkan hasil tangkapan ikan di pesisir pantai Lebak diantaranya tongkol, layur, cumi-cumi, selar, kue, kakap dan lobster.

Jumlah nelayan Lebak tercatat 3.674 orang dan kehidupan mereka belum sejahtera akibat minimnya hasil tangkapan ikan laut.

Biaya operasional penangkapan ikan cukup tinggi, dan sekali melaut untuk kapal kecil saja bisa mengeluarkan biaya sebesar Rp5 juta untuk bahan bakar, es dan logistik selama melaut.

“Kami minta nelayan terus dibantu untuk mendongkrak hasil tangkapan ikan,” katanya.

 

sumber : http://skalanews.com

 

Kembali