Kejar swasembada,nelayan Lebak dipacu kemampuan tangkap ikan di Laut

nelayanPemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mendorong nelayan dapat meningkatkan produksi tangkapan guna mewujudkan swasembada ikan laut.

“Kami terus membantu para nelayan melalui bantuan kapal, alat tangkap, hingga perbaikan sarana tempat pelelangan ikan (TPI),” kata Kepala Bidang Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak Winda Triana di Lebak, Kamis (5/2/2015).

Selama ini, produksi tangkapan ikan belum optimal akibat minimnya armada kapal di atas 30 GT juga terbatasnya alat tangkap. Selain itu, faktor cuaca sehingga kerapkali gelombang tinggi disertai angin kencang. Kondisi demikian, kata dia, tentu berdampak terhadap produksi tangkapan ikan.

Pemerintah daerah terus mengalokasikan bantuan-bantuan kepada nelayan untuk meningkatkan produksi tangkapan. Selain itu juga mengusulkan melalui APBD Provinsi Banten dan APBN Pusat. Sebab, nelayan Kabupaten Lebak hingga kini memerlukan bantuan, seperti kapal, motor perahu kincang, alat tangkap dan perbaikan pembangunan TPI.

“Kami tahun ini mendapat alokasi bantuan untuk nelayan sekitar Rp1 miliar dari APBD setempat,” katanya. Menurut dia, untuk mendongkrak hasil tangkapan ikan, nelayan perlu menggunakan jaring rampus, gillnet millennium dan jaring muroami.

Saat ini, nelayan pesisir Kabupaten Lebak masih tradisional dengan menggunakan alat tangkap pancing. Karena itu, sebagian besar kebutuhan ikan masih dipasok dari luar daerah.

“Kami berharap dengan bantuan itu dapat memenuhi ketersedian ikan untuk pasar lokal,” ujarnya.

Kepala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak Hadi Ahmad menyebutkan produksi ikan laut dinilai belum maksimal karena selama tujuh bulan dalam satu tahun nelayan menganggur akibat cuaca buruk dan terang bulan.

Biasanya, saat cuaca buruk para nelayan terpaksa tidak melaut. Produksi tangkapan ikan di pesisir pantai Lebak diantaranya tongkol, layur, cumi-cumi, selar, kuwe, kakap, dan lobster.

Sebagian besar nelayan Kabupaten Lebak melaut secara tradisional dengan menggunakan tangkapan perahu kincang dengan mesin motor beleketek.

Jumlah nelayan Lebak tercatat 3.674 orang dan kehidupan mereka belum sejahtera akibat minimnya tangkapan ikan laut. “Kami terus minta nelayan meningkatkan produksi tangkapan ikan untuk memenuhi kebutuhan pasar juga peningkatan ekonomi mereka,” katanya

Sumber : http://industri.bisnis.com

Kembali